Skip to main content

Masa Praaksara

  P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara   A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a.       Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b.      Kebudayaan Ngandong  Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...

Cerita Fantasi

Desaku di Masa Lalu
    Di sebuah desa kecil bernama Desa Mentawai. Suatu malam yang gelap gulita tanpa sorot sinar rembulan, awan hitam seolah-olah telah menelannya. Tepatnya, pukul 20.00. Pak Ajis yang renta dan Pak Budi yang belia datang ke rumah Anita, sepupuku. 

    "Permisi, tolong tunjukan kami jalan menuju Kebun Cinta anak muda," pinta Pak Budi kepada Arif, kakak Anita.    

     "Baiklah, Pak Budi jalan lurus, lalu belok kanan jalan yang kedua," jawab Arif menjelaskan.

     "Terimakasih anak muda," kata Pak Budi mengiba.
      
    Namun, Pak Budi dan Pak Ajis bingung entah apa yang membuatnya lupa begitu saja penjelasan dari Arif. Mereka berjalan lurus dari arah rumah Anita, lalu belok kanan jalan pertama. Konon di dekat jalan sebelum arah kanan, ada sebuah pohon waru besar yang telah menelan salah satu seorang warga Desa Mentawai. Sang warga hilang tak diketahui, tepatnya pukul 20.00 sang warga hilang di dekat pohon waru itu. Tampaknya jika orang baru, tidak berpikir jernih karena dikacaukan pemikirannya di jalan tersebut. Akhirnya mereka  sampai-sampai ke peristirahatan terakhir di Desa Mentawai.
       
    Pak Ajis dan Pak Budi seperti orang gila di sana, tak sadar bahwa mereka sedang berada di peristirahatan terakhir dan bangunan rumah adalah tempat disimpannya keranda mayat desa kami.

     "Pak Ajis sepertinya ada bangunan rumah," Pak Budi berucap lirih.

     "Tok...tok...tok... ." Suara ketukan pintu Pak Ajis dan Pak Budi.
 
     "Sepertinya pemilik rumah sedang berada di dapur," kata Pak Ajis kepada Pak Budi.

    Kemudian mereka masuk ke dalam bangunan yang tampak seperti rumah itu. Beruntung Arif datang dan menghentikannya.

     "Wah! Yang punya rumah datang," teriak Pak Budi kepada Pak Ajis.

    Tak tahu bahwa yang datang adalah Arif, yang sebelumnya telah melihat mereka berdua berjalan menuju ke arah peristirahatan terakhir Desa Mentawai.

   "Assalamualaikum, pak ini peristirahatan terakhir di Desa Mentawai, arah bapak salah! Mari saya antar sampai ke Kebun Cinta," teriak Arif sembari menjelaskan.

     "Astaga..! Ya, mari kita pergi," jawab mereka berdua ketakutan.
      
    Tak sempat menjawab salam dari Arif karena mereka sangat ketakutan. Setengah jam kemudian sampailah mereka di Kebun Cinta berkat bantuan dari Arif. Mereka berdua sangat berterimakasih kepada Arif dan menuju tujuan mereka sekarang. Arif kembali pulang dan merasa senang dapat membantu orang yang  kesusahan.



         

Comments

Popular posts from this blog