Skip to main content

Masa Praaksara

  P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara   A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a.       Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b.      Kebudayaan Ngandong  Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...

Situs Sejarah; Batu Berak

 Situs Batu Berak
    Nama Situs Batu Berak diambil dari bahasa Lampung, yaitu 'berak' yang berarti sejajar. Dari nama tersebut Situs Batu Berak memiliki arti Batu Sejajar. Situs Batu Berak berlokasi di Pekon Purajaya, Kebon Tebu, Lampung Barat, Lampung. Tepatnya berjarak 116 kilometer dari Kota Bandar Lampung, dan memiliki luas 3,5 hektare. Situs peninggalan zaman megalitikum tersebut telah resmi teregistrasi secara nasional. Yaitu bernomor RNCB.20040303.04.000698 dengan nomor SK penetapan SK Menteri NoKM.12/PW.007/MKP/2004. Situs Batu Berak biasa disebut oleh masyarakat lokal dengan nama situs Kebon Tebu atau Batu Berak. Situs yang menjadi warisan budaya masa prasejarah ini juga memiliki nilai kebanggaan nasional yang dapat diwariskan pada generasi muda.
    Sejarahnya, Situs Batu Berak pertama kali ditemukan pada tahun 1951 oleh BRN (Badan Rekonstruksi Nasional). Penelitian warisan megalitik tersebut pertama dimulai pada tahun 1980, dipimpin oleh seorang arkeolog dari Jakarta, Prof Dr Aris Soekandar. Situs yang menjadi warisan budaya masa prasejarah ini juga memiliki nilai kebanggaan nasional yang dapat diwariskan pada generasi muda. Dari penelitian yang dilakukan, Situs Batu Berak diketahu merupakan tempat pemujaan. Bukan sebagai tempat pemakaman zaman animisme seperti mitos yang tersebar. Saat ini Situs Batu Berak dinaungi dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, bekerja sama dengan Badan Suaka Purbakala Banten. Sebelum dibuka sebagai obyek wisata, Situs Batu Berak telah melalui pemugaran selama empat tahap pada tahun 1984 hingga 1989. Hingga akhirnya pada 1989, komplek Situs Batu Berak ini mulai dibuka untuk umum, baik sebagai obyek wisata maupun untuk keperluan penelitian arkeologi dan sejarah.
Deskripsi kompleks Situs Batu Berak
    Ketika mengunjungi Situs Batu Berak, pengunjung akan disajikan dengan susunan situs seperti pemukiman masa megalitik. Dalam kompleks situs, terdapat 3 kelompok batu terdiri dari 156 buah batu umpak. Batu umpak adalah batuan kecil yang berfungsi sebagai penyanggah atau umpak tiang bangunan maupun rumah. Sehingga dapat diketahui bahwa pada masa tersebut, masyarakat diperkirakan sudah mengenal bangunan tinggi atau berpanggung. Situs Batu Berak merupakan terdiri dari situs pemukiman (settlemen), tempat pemujaan (ceremonial place) dan tempat penguburan (burial place). Peninggalan ini terdiri dari dolmen, menhir, batu datar, manik-manik kaca dan batu, keramik lokal dan asing, batu umpak serta batu lumpang. Situs tersebut dibangun sebuah bukit kecil yang dikelilingi oleh sungai kecil, sawah, dan empang. Bangunan-bangunan monumen tradisi megalitik yang tersesun tersebut memiliki berat hingga berton-ton.
Ketika mengunjungi Situs Batu Berak, pengunjung akan disajikan dengan susunan situs seperti pemukiman masa megalitik.
    Dalam kompleks situs, terdapat 3 kelompok batu terdiri dari 156 buah batu umpak. Batu umpak adalah batuan kecil yang berfungsi sebagai penyanggah atau umpak tiang bangunan maupun rumah. Sehingga dapat diketahui bahwa pada masa tersebut, masyarakat diperkirakan sudah mengenal bangunan tinggi atau berpanggung. Situs Batu Berak merupakan terdiri dari situs pemukiman (settlemen), tempat pemujaan (ceremonial place) dan tempat penguburan (burial place). Peninggalan ini terdiri dari dolmen, menhir, batu datar, manik-manik kaca dan batu, keramik lokal dan asing, batu umpak serta batu lumpang. Situs tersebut dibangun sebuah bukit kecil yang dikelilingi oleh sungai kecil, sawah, dan empang. Bangunan-bangunan monumen tradisi megalitik yang tersesun tersebut memiliki berat hingga berton-ton.



Comments

Popular posts from this blog