P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a. Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b. Kebudayaan Ngandong Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...
Masjid Agung Banten merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid Agung Banten ini dibangun sekitar tahun 1552-1570 Masehi oleh Sultan Maulana Hasanuddin yang merupakan putera dari Sunan Gunung Jati. Bangunan Masjid Agung Banten memiliki luas 1,3 hektar, sementara luas komplek yang dikelilingi pagar tembok dengan ketinggian sekitar satu meter ini mencapai 2 hektar. Masjid Agung Banten memiliki ciri yang cukup mencolok, yakni pada bentuk menara masjid yang menyerupai mercusuar. Kala itu, kebanyakan masjid di Nusantara belum memiliki menara karena bukan merupakan tradisi pelengkap masjid di Jawa. Untuk mencapai puncak menara, pengunjung harus menaiki 83 anak tangga melalui lorong yang hanya mampu dilewati satu orang. Dari atas menara tersebut, pengunjung bisa melihat perairan lepas pantai yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari lokasi masjid.
Tata bangunan masjid mendapat pengaruh dari tiga arsitek yang memiliki latar belakang berbeda. Arsitek pertama adalah Raden Sepat yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Raden Sepat juga terlibat dalam pembangunan Masjid Agung Demak dan Masjid Ciptarasa Cirebon Arsitek kedua berasal dari negeri Cina, yakni Tjek Ban Tjut. Arsitek ini memberikan pengaruh kuat pada bentuk atap masjid bersusun lima layaknya pagoda Cina. Tjek Ban Tjut memperoleh gelar Pangeran Adiguna sebagai penghargaan atas jasanya dalam membangun masjid. Arsitek ketiga adalah seorang Belanda yang kabur dari Batavia ke Banten, Hendrik Lucaz Cardeei. Arsitek berstatus mualaf tersebut memberikan pengaruh pada bentuk menara layaknya mercusuar di Negeri Kincir Angin. Lucaz pun mendapat gelar kehormatan Pangeran Wiraguna. Dahulu, menara tersebut digunakan sebagai tempat untuk melakukan adzan.

Comments
Post a Comment