P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a. Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b. Kebudayaan Ngandong Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...
Batik adalah busana bercita rasa seni yang selalu memenuhi setiap sudut galeri dengan beragam motif daerah asal. Sesungguhnya batik bukan sekadar selembar kain unik yang diberi motif, busana ini ini menyimpan filosofi tentang ketekunan, kegigihan, serta kebanggaan. Batik berasal dari dua kata yaitu ambo dan titik. Satu pola yang indah yang bisa menjadikan sebuah gambar yang bisa menceritakan keindahan alam, keindahan sekitar yang dituangkan di batik. Sebagai orang Jawa, budaya kita harus bisa membatik, jadi kita tidak bisa meninggalkan budaya batik karena peninggalan leluhur. Sejarah batik di Indonesia begitu panjang. Awalnya tradisi membatik merupakan tradisi di Keraton. Karena itu motif batik Keraton penuh filosofi kehidupan. Dari Keraton busana adiluhung itu melebar ke lingkungan sekitar atau keluarga ningrat. Abdi dalem Keraton yang kemudian membawa tradisi batik benar-benar keluar dari lingkungan Keraton. Menurut budayawan Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Pangeran Winarnokusumo menjelaskan, batik sudah ada sebelum Keraton Surakarta. Di Majapahit pun sudah ada, turun temurun Majapahit, Demak, Pajang dan sampai Surakarta.
Zaman Panembahan Senopati atau Sutowijoyo, dibuat corak batik yang bernama Parang Kusumo. Parang Kusumo itu coraknya miring dan ada falsafahnya. Dipakai khusus untuk keluarga raja atau bangsawan, tidak sembarangan orang bisa memakai motif Parang. Batik motif Parang dasarnya hitam dan coklat serta ada warna putihnya. Falsafah batik motif Parang adalah dalam dunia ini ada gelap ada terang, ada susah ada senang. Pada masa Pakubuwono III, istrinya (prameswari) membuat corak bernama Truntum. Truntum seperti gambaran bintang bertaburan di langit. Itu menggambarkan bahwa walaupun dalam keadaan gelap, sekedip bintang bisa menerangi, artinya dalam kegelapan ada terang. Di kampung Laweyan Solo tradisi membatik diajarkan turun-menurun. Pada 1500-an tradisi batik sudah ada. Setelah itu batik juga berkembang. Tapi akhirnya seiring perkembangan zaman motif-motif itu banyak yang keluar dari Keraton. Kini batik bukan hanya milik bangsa Indonesia melainkan kekayaan dunia karena UNESCO sejak 2 Oktober 2009 mengukuhkan batik tulis sebagai warisan dunia.

Comments
Post a Comment