P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a. Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b. Kebudayaan Ngandong Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...
Selain dikenal karena memiliki beragam budaya, keindahan alam, dan hasil bumi, Indonesia juga terkenal akan gunung berapi. Di Indonesia ada sekitar 127 gunung berapi yang artinya menyumbang 13% dari jumlah gunung berapi di dunia. Karena itulah Indonesia diberi julukan Ring of Fire. Gunung berapi di Indonesia tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Bali, Sumbawa, Flores, Sulawesi, dan Maluku. Mengapa di Indonesia ada banyak sekali gunung berapi? Hal ini ternyata disebabkan oleh letak Negara Indonesia yang berada di antara tiga lempeng tektonik besar. Ketiga lempeng itu adalah Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Setiap tahunnya lempeng Indo-Australia dan Pasifik bergeser beberapa sentimeter. Pergerakan ini bisa membuat magma naik dan membentuk kerucut-kerucut gunung berapi.
1. Erupsi Gunung Berapi Terdahsyat yang Pernah Terjadi di Indonesia
Pertama adalah meletusnya gunung Tambora di pulau Sumbawa, Bima, Nusa Tenggara Barat pada April tahun 1815. Erupsi gunung Tambora memakan korban hingga lebih dari 92.000 dan menyebabkan perubahan iklim dunia. Kedua adalah meletusnya gunung Krakatau di Selat Sunda pada Agustus 1883 ini menyebabkan tsunami dan menelan korban lebih dari 36.000 jiwa. Lalu ada juga erupsi Gunung Merapi, Gunung Kelud, dan Gunung Sinabung. Penyebab Erupsi Gunung Berapi. Erupsi gunung berapi disebabkan oleh magma yang tersimpan di dalam kawah yang berada di gunung berapi menyembur keluar. Ini terjadi akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi.
2. Bahaya Erupsi Gunung Berapi
Pertama, munculnya aliran piroklastik atau biasa juga kita sebut dengan awan panas. Ia memiliki kecepatan hingga ratusan kilometer per jam dan suhu awan panasyang mencapai ratusan derajat celsius. Kedua, leleran lava yang merupakan cairan vulkanik yang suhunya bisa mencapai ratusan derajat celsius. Sesuatu yang terlena lelehan lava ini akan hangus terbakar. Ketiga, lontaran material vulkanik yang bisa menyebabkan bahaya jika tidak diantisipasi. Kemudian juga hujan abu yang merupakan abu pasir halus akibat letusan atau bisa juga berasal dari material piroklastik yang berterbangan mengikuti arah angin. Hujan abu bisa menyebabkan sakit mata, infeksi saluran pernapasan, kerusakan lahan, dan mengubah cuaca. Keempat, keluarnya lahar erupsi yang berupa air, lumpur, pasir, dan kerikil. Ini biasanya terjadi pada gunung berapiyang memiliki danau kawah. Kelima, gas vulkanik beracun, seperti karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, hidrogen sulfida, dan belerang dioksida.

Comments
Post a Comment