P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a. Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b. Kebudayaan Ngandong Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...
Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh Bapak Pendidikan di Indonesia. Pada 1911, Ki Hajar Dewantara mendirikan madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah. Setiap tanggal 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang diambil dari tanggal lahir Ki Hajar Dewantara. Melalui pendidikan, Ki Hajar Dewantara melawan para penjajah yang menjajah Indonesia saat itu. Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat pada 2 Mei 1889. Ia dibesarkan di keluarga Kraton Pakualaman Yogyakarta. Ia sempat melanjut sekolah ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera). Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar. Antara lain Oetoesan Hindia dan Kaoem Moeda. Pada masa mudanya, Ki Hajar Dewantara berani menentang pemerintah kolonial Belanda. Bersama Ernest Douwes Dekker (DD) dan Cipto Mangunkusumo, ia mendirikan Indische Partij 1912. Karena kritikannya di tulisan berjudul 'Seandainya Aku Seorang Belanda,' Ki Hajar Dewantara sempat diasingkan ke Pulau Bangka. Tak sampai di situ, dua sahabat Ki Hajar Dewantara yang turut membelanya juga diasingkan ke Belanda. Selama di Belanda, Ki Hajar Dewantara memanfaatkan kesempatan ini untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran.
Setelah kembali ke Indonesia pada September 1919, ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar di sekolah yang ia dirikan pada 3 Juli 1922 : Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Sejak saat itu dia mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan dalam bahasa Jawa berbunyi: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Yang artinya, di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan. Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa. Salain Ki Hajar Dewantara ada beberapa tokoh sejarah lainnya yang dibahas hari ini, seperti Raja Ali Haji, Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy’arie (pendiri Nahdlatul Ulama/NU) Kiai Haji Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan Ramang.
Comments
Post a Comment