Skip to main content

Masa Praaksara

  P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara   A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a.       Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b.      Kebudayaan Ngandong  Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...

CERPEN; Sepatu Butut

Lanjutan Cerpen Sepatu Butut

Entah sudah berapa kali aku mengatakan padanya untuk mengganti sepatu bututnya itu. Kalau sepatu itu masih layak pakai sih mungkin tidak apa-apa, tetapi sepatu itu sudah kelihatan sangat kumal, jauh dari kategori layak pakai. Walaupun orang tua kami bukanlah orang yang kaya. tetapi kurasa mereka masih mampu membelikan Andi sebuah sepatu baru yang lebih Iayak pakai.

Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu menggangu pandanganku. Orang tua kami tidak pernah protes kalau Andi mengenakan sepalu butut itu lagi.

Pagi ini kami akan berangkat sekolah. Lagi-lagi sepatu butut itu Iagi yang kuperhatikan. Tidak ada yang lain yang kuperhatikan dari Andi. Aku jadi malas bila berjalan dengannya. Aku malu bila harus berjalan dengannya, seperti berjalan dengan seorang gembel.

Sepatu butut itu begitu mengganggu pikiranku. Kenapa Andi tidak minta sepatu baru saja biar keren seperti teman-temannya, si Ivan dengan sepatu ketsnya, atau seperti Dodi dengan sepatu sportnya?

Di suatu malam, aku berpikir untuk menyingkirkan sepatu butut itu. Aku berencana membuangnya di hari Sabtu malam, karena kutahu ia akan mencucinya di hari Minggu. Jadi kalau di hari Minggu ia tidak menemukannya, masih ada kesempatan untuk membeli yang baru sehingga ia masih bisa masuk di hari Seninnya.

Untuk membuang sepatu butut tentu saja tidak memerlukan rencana yang rumit, cukup sederhana saja pasti aku bisa melakukannya, hanya tinggal menunggu Andi tidur di malam hari, dan kemudian aku tinggal menjalankan misinya. Hari yang kunantikan pun tiba. Segera aku bersiap menjalankan misiku. Kulihat Andi sedang tidak ada di rumah.

Segera aku menuju rak sepatu untuk mengambil sepatu butut Andi. Aku sangat mudah mengenalinya, karena hanya sepatu Andi yang paling butut. Namun, aku terkejut melihat Andi sudah ada di belakangku. Aku langsung berkeringat seperti tertangkap karena mencuri saja. Tentulah Andi lalu bertanya padaku.

“Sedang apa?” tanya Andi.                            

“Aku ingin membuang sepatu bututmu ini,” jawabku jujur.

Tak kusangka, Andi tidak marah padaku. Akhirya ia menceritakan betapa berharganya sepatu bututnya itu. Ternyata sepatu itu diberikan temannya yang seorang pengamen jalanan. Sebagai hadiah terakhir ulang tahun Andi satu tahun lalu. Sebelum temannya meninggalkannya, Andi berjanji akan selalu memakai sepatu itu ke sekolah.

Sampai benar-benar butut, Andi baru akan membeli sepatu dan dari uangnya sendiri. Andi melaksanakan janjinya dan bercerita kepada orang tua kami. Aku sama sekali tidak tahu, Andi pikir aku tidak perlu mengetahuinya. Karena sepatu itu sudah benar-benar butut, Andi mengijinkanku untuk membuangnya. Namun, aku tidak enak hati melihat Andi yang sebenarnya menahan air matanya.

Akhirnya, kuurungkan niatku membuang sepatu bututnya itu. Karena malu, aku berusaha mengambil dan membuang barang berharga kakakku sendiri. Biarlah Andi menyimpannya sebagai kenangan terakhir dari sahabatnya. Aku meminta maaf kepada Andi dan ia langsung memelukku. Tanpa sadar, ternyata Andi tadi datang dengan membawa sepatu baru di tangannya.

   Sepatu bututnya kini tersimpan dalam kotak khusus di kamar Andi. Hari Senin, Andi memakai sepatu baru yang dibeli kemarin. Aku dan Andi tersenyum ceria tanpa berpikir apapun lagi. Sekarang aku tahu bahwa sebuah barang tidak dinilai dari harganya. Namun, dinilai darimana dan bagaimana seseorang mendapatkannya.

Comments

Popular posts from this blog