Skip to main content

Masa Praaksara

  P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara   A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a.       Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b.      Kebudayaan Ngandong  Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...

Peristiwa Sekitar Proklamasi

Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
    Pada tahap akhir Perang Dunia Kedua, tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Pengeboman tersebut menyebabkan awan jamur bom atom nampak di langit Hiroshima dan Nagasaki, serta menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa penduduk Jepang. 
    Setelah mendengar berita Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir mengusulkan Soekarno-Hatta agar secepatnya memproklamasikan kemerdekaan tanpa melalui PPKI. Namun, usulan Syahrir tersebut tidak disetujui Soekarno-Hatta, karena mereka berpendapat pelaksanaan Proklamasi harus melalui PPKI. Akibat perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua inilah, para pemuda berunding dan akhirnya pada 16 Agustus 1945 pukul 04.30, Soekarno-Hatta dibawa para pemuda ke Rengasdengklok. Tujuannya agar mereka tidak terpengaruh oleh Jepang dan mendesak golongan tua agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Ditengah suasana tersebut, Ahmad Soebardjo datang beserta sekretaris pribadinya, Sudiro pukul 17.30 WIB, untuk membujuk Soekarno-Hatta. Setelah melalui perdebatan, akhirnya Soekarno-Hatta bersedia memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta. 
    Pada malam harinya, pukul 20.00 WIB, Soekarno-Hatta beserta rombongan berangkat menuju Jakarta dan tiba pukul 23.00 WIB, lalu menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta, untuk merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Perumusan sampai dengan penandatanganan teks Proklamasi Kemerdekaan baru selesai pada pukul 04.00 WIB dini hari, tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga, disepakati bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB. 
    Tepat pukul 10.00 WIB banyak tokoh telah hadir di kediaman Ir. Soekarno, untuk menjadi saksi pembacaan teks Proklamasi. Suasana menjadi sangat hening. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dipersilakan maju di depan mikrofon. Dengan suaranya yang mantap, Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang telah diketik oleh Sayuti Melik. Setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan selesai, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati. Bendera Sang Saka merah putih dikibarkan oleh Latief Hendraningrat, Suhud, dan SK Trimurti, dengan penuh antusias. Hingga akhirnya merdekalah bangsa Indonesia  pada 17 Agustus 1945. 
    Dalam rangka memperingati 1 bulan Proklamasi Kemerdekaan. Terjadilah Rapat Raksasa Lapangan Ikada pada 19 September 1945. Ir. Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta), Jakarta. Meskipun hanya 5 menit Ir. Soekarno bertemu langsung dengan rakyatnya, masyarakat di sana sudah merasa gembira. Lapangan Ikada sekarang ini terletak di sebelah selatan Lapangan Monas.

Comments

Popular posts from this blog