Skip to main content

Masa Praaksara

  P erkembangan Teknologi pada Masa Praaksara   A. Zaman Batu Manusia praaksara membuat alat-alat dari kayu, tulang, dan dominannya terbuat dari batu. Macam-macam zaman batu : 1) Zaman Batu Tua (Paleolithikum) Berlangsung selama 50.000-10.000 tahun SM. Dihuni oleh manusia peking dan manusia jawa. Misalnya manusia jenis Pithecanthropus, Meganthropus, Paleojavanicus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakensis. Macam kebudayaannya: a.       Kebudayaan Pacitan Ditemukan pada tahun 1935 di Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur, berupa kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, dan alat serpih. Manusia purba yang pertama kali di Pacitan adalah Pithecanthropus erectus, berasal dari masa pleistosen tengah (masa perkembangan budaya batu terawal di Indonesia). b.      Kebudayaan Ngandong  Salah satu daerah tempat ditemukannya bukti-bukti sejarah peradaban manusia, seperti alat-alat dari tulang. Berkembang di daerah Ngandong, Ngawi, ...

Teks Tanggapan Kritis; PJJ

PJJ Bagi Pelajar

          Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang merebak hampir di seluruh dunia. Mengubah sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari non virtual menjadi virtual. Pendidikan di Indonesia khususnya, tak luput dari perhatian pemerintah. Kemendikbud mengoptimalkan pendidikan melalui program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi. PJJ merupakan sistem pembelajaran berbasis internet secara daring atau online. Sehingga, memungkinkan setiap pelajar di setiap jenjang pendidikan dapat terus belajar.

          Sejak adanya kemajuan teknologi, menjadikan setiap hal mudah untuk dilakukan. Kegiatan PJJ dapat dilakukan karena adanya kemudahan dalam akses internet. Tanpa batas ruang dan waktu, setiap pelajar dapat berinteraksi dengan pengajarnya. Sedangkan, kuota gratis Kemendikbud untuk pelajar sangat meringankan beban dari PJJ. Peserta didik dapat mengakses setiap materi maupun tugas kapanpun. Kemudian, siswa dapat mengerjakan tugas dengan ringkas dan lebih mudah. Selain itu, pengumpulan tugas menjadi lebih cepat dan menghemat tenaga.

          Namun, kendala sinyal menjadi hambatan dalam kegiatan PJJ. Kemudian, terbatasnya pemilikan gadget menjadikan program PJJ menjadi sedikit terhambat. Lalu, akses aplikasi belajar yang terganggu menyebabkan masalah baru. Tak hanya itu, kurangnya kedisiplinan siswa menjadikan program PJJ kurang efektif. Sebenarnya, bukan hanya karena faktor siswa yang malas atau kurang semangat. Mungkin, karena kerjasama yang kurang baik antara orang tua dengan putra-putrinya.

          Memang banyak orang tua yang berpendapat bahwa kegiatan PJJ sangat dibutuhkan. Namun, karena kondisi ekonomi yang kurang, tidak memungkinkan untuk membeli gadget. Sehingga harus meminjam gadget orang lain maupun belajar bersama teman sekolahnya. Hal itu menjadi salah satu masalah yang dihadapi mereka dan putra-putrinya. Kemudian ada pendapat lain, yaitu jika dalam membimbing anaknya merasa kerepotan. Karena, mereka terus berpikir keras untuk membantu menyelesaikan tugas sekolahnya. Khususnya bagi anak TK dan SD yang masih membutuhkan bimbingan.

          Kegiatan PJJ ini memang cukup banyak kendala, namun bagaimana lagi? Untuk memutus penyebaran Covid-19 pemerintah harus bertindak cepat. Setiap pelajar, guru, dan orang tua harus terus semangat dalam menghadapinya. Hal ini perlu, karena agar kegiatan  PJJ dapat terlaksana secara optimal. Meskipun dalam kondisi pandemi virus corona seperti ini. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia akan terus berjalan dengan baik.

Comments

Popular posts from this blog